Kebaikan sering terhalang karena banyak hal. Salah-satunya mungkin akibat keragu-raguan. Medio 45, Bung Karno menjawab bisikan gamang tentang belum waktunya Indonesia merdeka. Maka terlontarlah istilah “jembatan emas”. Dalam jargon tadi, anggapan bahwa Indonesia belum siap itu-ini; tidak cukup jadi alasan untuk menunda proklamasi. Baca entri selengkapnya »
Sujud
November 10, 2008Sujud itulah saat terdekat dengan Allah. Ini bukan hal yang mengejutkan. Sebab dalam naskah suci, memang jelas disebutkan. Tapi sejenak memikirkannya, agaknya cukup menakjubkan. Bahwa ternyata, saat-saat paling melangit itu, diklaim dapat (atau ‘dapat diklaim’?) hadir pada saat-saat paling membumi (bahkan secara literal). Baca entri selengkapnya »
Diam-diam
November 7, 2008Obsesi terhadap kesenyapan itu, sangat menggoda. Peribahasa terlanjur menggurui kita. “Air tenang menghanyutkan,” katanya. “Padi tumbuh tak berisik,” tulis Tan Malaka yang agaknya kutipan pepatah juga. Baca entri selengkapnya »
Saling
November 6, 2008Maaf, bisakah kita menjadi akrab tanpa harus saling tergagap? Baca entri selengkapnya »
Wajah
November 5, 2008Di jalanan, muka kusut orang dewasa lalu-lalang. Tak semuanya kusut memang. Tapi jelaslah seperti mewadah banyak masalah. Bertumpuk yang sedang dipikirkan. Itu kelihatan. Baca entri selengkapnya »
Rintik
November 4, 2008Hujan kecil rintik itu kadang membuat panik. Para penjemur mungkin sampai menjerit. Takut pakaiannya basah lagi, sehabis dihajar terik.
Tapi sebagian anak malah berlarian, senang. Biasanya, karena itu dianggap suasana baru, untuk sebuah permainan. Apalagi kalau hujan tambah deras. Anak-anak semakin penasaran, bagaimana suasana itu akan tuntas. Baca entri selengkapnya »
Setidaknya 36
November 2, 2008Setidaknya ada 10 angka dan 26 aksara. Dengan ke-36 “hal” itu, orang-orang berlomba atau bekerjasama. Mulai urusan mendulang uang, hingga yang transenden tak-butuh termaterikan. Mulai dari aksesori pertemanan, hingga sulut awal permusuhan. Baca entri selengkapnya »