Masyhur diperkatakan bahwa yang paling jauh adalah dia: si masa lalu. Tapi mengapa gerah dan gigilnya, bentuk dan berantaknya, getir dan girangnya; sering begitu nyata dan terasa baru?
Apakah mungkin itu karena sebenarnya: masa lalu seperti bayang-bayang, diri ini adalah masa kini, dan masa depan itulah cahaya? Baca entri selengkapnya »